Selain Pantai, Bali Pun Memiliki Air Terjun yang Indah

Source pixabay: Ilustrasi air terjun

 

Bali tak hanya ada Pantai, Penampilan kesenian khas Bali ataupun desa adatnya. Ada satu hal yang sedikit dilupakan ketika para pelancong berlibur ke Bali yakni air terjun. Kebanyakan air terjun yang berada di Bali berada di dalam hutan atau lereng bukit. Sehingga dibutuhkan usaha yang besar untuk menjangkaunya dan fisik atau kesehatan yang prima.

Jika nanti berlibur ke Bali, cobalah untuk masukkan salah satu air terjun di Bali ke destinasi wisata kamu. Jadi, untuk booking hotel di Bali pun kamu dapat memilih yang dekat dengan lokasi air terjun yang umumnya berada di Bali bagian Utara karena lokasinya yang berbukit-bukit.

Berikut ini daftar air terjun terbaik di Bali yang layak kamu coba, di antaranya:

 Air Terjun Tibumana

 

Keunikan dari air terjun Tibumana yakni memiliki dua air terjun yang mirip dengan ketinggian 20 meter. Warga setempat sering menyebutnya air terjun kembar. Tak hanya itu, air terjun Tibumana memiliki lubang yang menganga dan terlihat jelas di belakangnya. Konon, warga setempat percaya lubang yang dianggap Gua tersebut merupakan jalan pintas ke Pura Gua Raja Besakih. Namun, hingga kini belum ada bukti yang konkrit.

Saat baru dibuka dan beberapa bulan lalu, pengunjung maish diperbolehkan untuk berenang. Namun, ada beberapa cerita bahwa Air Terjun Tibumana merupakan tempat pemandian niskala. Tak hanya itu, gradasi air biru tua dan muda menandakan kedalaman air. Hal ini disetujui oleh warga bahwa kedalaman air Tibu sangatlah dalam.  Jangan dulu berkecil hati, meskipun kamu tidak bisa berenang karena latar belakang pemandangan hutan yang masih asri dan pepohonan yang rimbun akan tetap memesona dan membuat kamu takjub.

Dalam waktu 40 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Denpasar kamu sudah bisa tiba di Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Bangli, lokasi Air Terjun Tibumana. Saat di gerbang masuk, wisatawan domestik dikenakan tarif Rp5.000 dan Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara. Dulu, air terjun Tibumana merupakan air terjun yang terisolir dan tak ada jalan untuk melihat langsung keindahannya. Kini, warga setempat telah membuat dan terus memperbaiki jalannya. Dari gerbang masuk, kamu hanya perlu mengikuti jalanan yang sudah diaspal dan menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu. Suasana yang masih asri dan udara sejuk akan membuat kamu betah berlama-lama dan bermain air di tepi air terjuan Tibumana. Tetap berhati-hati saat bermain karena sebelah kiri air terjun pernah terjadi longsor.

 

 Air Terjun Aling-Aling

 

Dari Bandara Ngurah Rai Bali, kamu dapat tiba di air terjun Aling-Aling yang berada di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dalam waktu tiga atau empat jam. Air terjun Aling-Aling berdekatan dengan kantor pemerintahan Singaraja kurang lebih 10 hingga 15 menit pun sudah tiba. Dari Kota Singaraja, ambil ke arah kiri hingga menuju Terminal Sukasada hingga sampai pertigaan depan Balai Desa Sambangan, lihat sebelah kanan jalan kamu akan menemukan plang bertuliskan Aling-Aling Waterfall. Ikuti jalan tersebut dan kamu akan tiba di gerbang masuk Aling-Aling. Tidak ada tiket retribusi untuk menikmati air terjun ini. Alangkah lebih baik kamu dapat memberi sumbangan semampunya ke dalam kotak donasi. Dari gerbang masuk kamu harus berjalan kaki dan melewati dua air terjun kecil dan juga menuruni puluhan anak tangga. Udara yang sejuk dan ciutan burung akan menemani kamu selama perjalanan. Hingga tiba di air terjun Aling-Aling yang memiliki tinggi 35 meter. Puncak air terjun Aling-Aling terbagi menjadi dua bagian, debit air bagian kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Maka,  kalau kamu tidak terlalu mahir berenang sebaiknya dihindari. Air terjun Aling-Aling dikelilingi pepohonan yang yang lebat dan tebing-tebing yang tinggi masih terasa alami untuk sekelas air terjun yang populer. Jika ingin adu adrenalin, tak jauh dari air terjun Aling-ling terdapat air terjun yang tidak terlalu tinggi tapi debit airnya deras. Di sana kamu dapat mencoba bermain perosotan di atas bebatuan tebing dengan dibantu oleh pemandu dari warga setempat.

 Air Terjun Tegunungan

Air terjun ini letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Denpasar kurang kebih dapat ditempuh dalam waktu 40 menit. Air terjun Tegunungan memiliki tinggi kurang  lebih 20 meter dengan debit air yang deras. Letaknya yang berada di dasar lembah membuat air terjun ini dikelilingi oleh tebing-tebing dan pepohonan yang rimbun. Semak-semak menjalar menutupi bebatuan di sekitarnya. Untuk masuk ke air terjun Tegunungan kamu hanya perlu merogoh kecek Rp5.000,-, petugas air terjun Tegunungan beroperasi mulai pukul 09.00. Sebaiknya kamu patuhi peraturan yang berlaku ya agar tidak masuk sebelum jamnya. Air terjun Tegunungan merupakan satu-satunya objek wisata air terjun yang dimiliki kabupaten Gianyar.

Dari ketiga air terjun di atas mana yang lebih membuat kamu penasaran? Rencanakan liburanmu dari sekarang. Mulai dari pesan tiket pesawat dan pesan kamar hotel di Bali yang dekat dengan objek wisata yang akan kamu kunjungi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *